Sabtu, 13 Juni 2009

Bang….masihkah kau dirumah panggung itu?

Bang….masihkah kau dirumah panggung itu?

Bang……
Apa kabarmu?
Masihkah kau tetap ada ditempat itu?
Tafakur dan memandangi peganganmu?
Membolak-balik lembaran itu?

Bang…..
Lama aku aku tidak bertemu
Sebab aku sekarang telah jauh

Bang….
Saudara-saudara kita dulu
Kini sudah semakin maju

Bang…..
Tidakkah kau tahu saudara-saudaramu dulu
Mereka sudah punya mainan baru
Blackberry dan iphone model terbaru

Bang…..
Sahabat-sahabat kita dahulu
Sekarang sudah merambah dunia baru
Dunia yang disebut-sebut maya dan semu
Tenggelam dalam FB atau apalah itu
Kau masih saja mengilhami kalimat-kalimat itu


Bang…..
Engkau masih asyik mengkaji dan menelaah kitab-kitab itu
engkau larut dalam imriti, dan bulughul maram Min Adillatil Ahkam
engkau sibuk mentafsirkan aksara-aksara yang menyambung
lalu coba kau urai arti dan makna yang terkandung

bang…..
masihkah tempatmu disana dulu
rumah panggung yang beralaskan tikar daun Pandan
Disaat semuanya mencari kesufian,
Engkau telah melakoni scenario yang sudah engkau dapati

Bang…..
Sudah berapa syair yang mengerak di pikiranmu
Harapanmu;
Enam ribu enam ratus enam puluh enam;
Hafal dan terjaga di hati dan jiwamu

Bang……..


Jakarta, 13 Juni 2009